Posts tagged mipa

Wawancara dengan Suara Merdeka

Pagi ini sekitar jam 10.00 am aq ditelpon oleh sesorang dari harian SUARA MERDEKA, namanya mas Dela. Katanya mau minta janjian buat wawancara terkait liputan MAWAPRES UNDIP. Aku segera ingat bahwa beberapa waktu lalu aq pernah dihubungi Pak Pembantu Rektor III UNDIP, Bp. Sukinta, bahwa mawapres undip akan diwawancara oleh harian lokal, namun belum disebutkan nama surat kabarnya.

Setelah mempertimbangkan waktu, akhirnya aq dan mas Dela sepakat untuk bertemu jam 1.00 siang di Gd. Dekanat Lt.1 FMIPA UNDIP. Krn mas Dela minta sejumlah foto, maka aq mengusulkan untuk berfoto bersama Bu Dekan (Bu Rum Hastuti) dan Pak Pembantu Dekan III (Pak Seno) yang sangat antusias dengan ide tersebut.

Jam 11 aq sudah stanby di kampus, hari ini sebenarnya aku punya misi yaitu “Menyampaikan Surat Undangan Seminar TA 1” kepada Pak Priyo dan Pak Satriyo (selaku Dosbing TA). Setelah “Misson Accomplished”, sambil nunggu jam 1.00 aku putuskan untuk nongkrong ngenet di Leb E. Tak dinyana2 internetnya lemot sehingga aq jadi ilfil..ya sudah akhirnya kuputuskan untuk turun ke kantin buat makan siang dulu. Kulirik arloji hello kitty-q :”jam 1.00” yah cukup buat makan n solat dhuhur di masjid MIPA. Dalam perjalanan ke kantin e.. ada SMS masuk, dari mas Dela: “Mba, saya tiba di kampus MIPA jam setgah 2 –an yak..krn ada liputan dulu..”

OK deh, kebetulan..akhirnya pas aq slesai sholat, mas Dela uda stanby di Lt.1 dan segera terjadilah perkenalan diikuti wawancara yg berlangsung sekitar 30 menit itu. Pertanyaannya seputar profil pribadi, bagaimana bisa jadi mawapres undip 2009, aktivitas kampus, dan saran2 untuk mawapres yg akan datang.

Untuk pertanyaan terakhir itu, aku menjelaskan bahwa untuk menjadi mawapres undip 2009 yang jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh (looping pake “for” dari i=1 sampe N, N=tidak terinisialisasi) lebih baik dari diriku in, harus melibatkan 2 elemen yakni individu dan sistem. Artinya, menjadi mawapres yg betul2 kompetitif, handal, berbobot untuk menghadapi kompetitor lain di seluruh negeri tidak cukup hanya mengandalkan inisiatif, semangat, dan dana pribadi, tetapi juga adanya sistem yg mampu memfasilitasi, yg melakukan pengkaderan mawapres sejak dini, serta manajemen seleksi yang lebih baik. Bukan berarti penyelenggraan seleksi  tahun ini tidak baik, saya menilai tahun ini MIPA sudah membuat kemajuan yg signifikan di dalam penyelenggaraan seleksi MAWAPRES FMIPA dengan mengikutsertakan 24 peserta dari perwakilan prodi..namun yg masih kurang adalah manajemen waktu untuk pemberian apresiasi (penyerahan penghargaan) berbentuk fisik. Padahal di UDINUS misalnya penyerahan piagam mawapres sudah diberikan sekitar bulan Mei lalu. Dalam kesempatan berfoto yang dilaksanakan seusai wawancara, saya berkesempatan menyampaian pertanyaan saya terkait penyerahan penghargaan tersebut.

Setelah saya konfirmasi ke Bu Dekan, ternyata untuk menyerahkan penghargaan tersebut masih menunggu moment yg tepat, rencananya akan dilaksanakan saat DIES NATALIS MIPA bulan oktober 2009 nanti (keburu lulus). Bu Dekan berjanji akan mempertimbangkan waktu dan mencari momen untuk penyerahan tersebut.

Akhirnya jam 2.30 PM semuanya selesai, dan aq kembali pulang hanyut dalam pekerjaanq menyelesaikan tugas E_Commerce..

Thanks to Mas Dela uda di wawancara, kepada Bu Dekan dan Pak Seno atas waktunya..terima kasih ya Allah! Oia rencana liputan ini akan dipublish di Suara Merdeka hari Sabtu (minggu ini)

..he2..seumur2 baru pertama masuk koran euy..semoga moment ini tidak menjadikan aq  lebay kaya manohara.

Comments (1) »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.