
Assalamualaikum Wr.Wb
KKN adalah salah satu matkul wajib di universitas saya, UNDIP. Baru saja saya selesai menjalankannya pada juli-agustus 2008 kemaren. Perasaan saya begitu lega sekaligus sedih. Lega karen salah satu mata kuliah wajib terlewati tanpa kendala berarti, namun menyisakan kesediahan karena harus berpisah dengan adek2 SD yang sempat saya ajar.. selain dengan teman2 KKN dan para pernagkat desa yang say tempati tentunya.
KKN ini saya dapet di Kec. Pecangaan , Jepara. Tepatnya di desa Ngeling, bersama 5 orang teman lainnya dari berbagi prodi di Undip kami mencoba bertahan hidup di lingkungan desa, mencoba membangun kerja sama dan empati.. meski awalnya sulit saya rasakan karena harus berinteraksi dengan orang2 yg berbeda latar belakang dan perangainya..akhirnya saya maklum dan mencoba untuk tetap positif.
KKN memang menyimpan sejuta kenangan, baik itu sedih, senang, dan seru!
Sedihnya adalah ketika saya harus bersitegang dengan teman satu desa karena salah paham..
senangnya adalah saat mengajar adek2 SD yang hiperaktif dan jujur..senang juga bertemu dengan perangkat desa yang lucu, belanja di pasar, mengajar WB..
serunya adalah saat menonton lomba cerdas cermat WB dimana saya jadi tim pembuat soal sekaligus jurinya..(tapi akhirnya diganti jurinya karena ternyata desa saya masuk final, biar tidak menimbulkan firnah kolusi he3..)
Meskipun sedang menjalani KKN, lagi2 sebagi seorang aktifis, saya dituntut untuk fokus pada lebih dari 1 hal..
ini juga yang sempat menimbulkan ketidaknyamanan antara saya dengan teman2 yang lain, pasalnya tidak dinyana2 ternyata saya dipanggil untuk wawancara beasiswa IELSP batch 5 pada tgl 28-29 Agustus 2008 kemaren. Mau tidak mau saya harus kembali ke semarang, saya merencanakan 1 hari sebelum wawancara setidaknya saya harus sudah di semarang sehingga ada waktu untuk menata diri. Jujur saya tidak menyangka akan lolos tahap ini, karena itu saya tidak mempersiapkan wawancara dengan baik. Kisah tentang wawancara secara detil di sini.
Selain itu pas KKN ternyata saya menemukan partner tim PKMP yang selama ini saya cari, seolah Allah SWT sudah mengatur pertemuan ini. saya bertemu anak perikanan, namanya Mb Lisa yang interest bgt dengan judul PKMP yang saya angkat. Ini semua karena saya sering maen ke Desanya he33..maklum jumlah anak di desanya cuma 4 oknum, jadi saya sering ke sana jika diminta bantuannya,,
Yang ketiga, pada tgl 20-22 Agustus saya harus ikut Studi Banding BEM FMIPA Undip ke BEM FMIPA UI, di mana saya menjadi Menteri NIC (Networking, information, and COmmunication) yang menjadi penanggungjawab acara ini. padahal jatah bolos saya waktu itu sudah habis..akhirnya saya melobi Korcam dan Kordes, dengan berat hati mereka mengijinkan saya..akhirnya saya pun berangkat ke Jakarta dengan perasaan setengah hati..
Begitulah, inti dari kisah saya di atas adalah bahwa saya sebagai seorang pemimpin (begitu juga Anda sekalian) senantiasa dihadapkan dengan pilihan, dimana semua pilihan mengandung risiko dan konsekuensi masing2..selama ini saya memilih berdasarkan mudharat/kerugian yg paling sedikit. Selain itu, setiap kita akan selalu dihadapakan dengan yang namanya masalah/problem..itu semua tergantung pada diri kita sendiri bagaimanan menyelesaikan masalah tersebut. Saya punya kata2 bagus nie..:
Problem is depend on our perception, its big if we think it was
Problem is like a puzzle, we should collect all separated parts to solve it
See the problem from not only one point of view, see problem from multidimensional point
Problem make us grow, if we passed it well
Each person who passed his/her problem and saw it as kind of test from Allah SWT, will be raised his/her degree within Allah’ side..
Wallahu a’lam bisshowab
Keep Spirit!!!